<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Abu 'Auf Al Minangkabawy</title>
	<atom:link href="http://abuauf.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abuauf.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah Refleksi...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Jul 2008 07:55:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abuauf.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Abu 'Auf Al Minangkabawy</title>
		<link>http://abuauf.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abuauf.wordpress.com/osd.xml" title="Abu &#039;Auf Al Minangkabawy" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abuauf.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menyoal Ketenagalistrikan Indonesia</title>
		<link>http://abuauf.wordpress.com/2008/07/17/menyoal-ketenagalistrikan-indonesia/</link>
		<comments>http://abuauf.wordpress.com/2008/07/17/menyoal-ketenagalistrikan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 04:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuauf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Elektro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuauf.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu isu yang sedang hangat dibicarakan saat ini adalah isu mengenai ketenagalistrikan di Indonesia. Hal ini berawal dari pemadaman yang sering dilakukan akhir-akhir ini oleh PLN, bahkan di wilayah-wilayah strategis seperti ibu kota dan pusat-pusat industri sebagai kompensasi dari kenaikan harga minyakdunia yang notabene merupakan penyuplai bahan bakar bagi sebagian besar pembangkitdi Indonesia. Sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuauf.wordpress.com&amp;blog=4227759&amp;post=18&amp;subd=abuauf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Salah satu isu yang sedang hangat dibicarakan saat ini adalah isu mengenai ketenagalistrikan di Indonesia. Hal ini berawal dari pemadaman yang sering dilakukan akhir-akhir ini oleh PLN, bahkan di wilayah-wilayah strategis seperti ibu kota dan pusat-pusat industri sebagai kompensasi dari kenaikan harga minyakdunia yang notabene merupakan penyuplai bahan bakar bagi sebagian besar pembangkitdi Indonesia. Sebagai seorang akademisi bidang kelistrikan saya merasa terarik untuk mencoba memberikan sedikit pandangan tentang masalah ini,tentunya dengan berbekal segala keterbatasan dalam ilmu dan wawasan.</p>
<p style="text-align:left;">Inti dari permasalahan ketenagalistrikan kita adalah ketidakseimbangan antara pertumbuhan beban dengan pasokan daya yang mampu diberikan. Jadi di sini ada dua sisi permasalahan, yaitu permasalahan pertumbuhan beban dan permasalahan dalam hal penyediaan pasokan.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Pertumbuhan beban di Indonesia</strong><br />
Pertumbuhan beban yang tinggi merupakan permasalahan utama dari sisi ini.Memang sebagai sebuah negara berkembang pertumbuahan beban yang tinggi di satu sisi memberikan sinyal positif jika dilihat dari perspektif keberlangsungan pembangunan. Namun ini menjadi sesuatu yang negatif jika tidak diikuti oleh kemampuan yang cukup untuk menyuplai beban tersebut. PLN sendiri menargetkan akan memenuhi pertumbuhan beban hingga 9-10% untuk mencapai target Indonesia 100% terlistriki di 2020, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 75. Realistiskah? Jawabannya kembali pada seberapakah kemampuan PLN untuk menyelesaikan permasalahan di sisi berikutnya yaitu sisi penyediaan pasokan.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Penyediaan Pasokan Daya</strong><br />
Permasalahan dalam penyediaan pasokan daya ini  terkait dengan sistem ketenagalistrikan yang menyuplai pertumbuhan beban di atas. Berbicara mengenai sistem tenaga listrik tentunya tidak lepas dari pembangkitan (<em>power generation</em>) dan penyaluran (<em>power distribution</em>). Jika kita mencoba menilik kembali permasalahan utamanya, yakni kenaikan harga minyak dunia, dapat kita simpulkan bahwa permasalahan lebih  kepada sistem pembangkitan yang masih sangat tergantung kepada bahan bakar minyak.</p>
<p style="text-align:left;">Terkait dengan masalah ini banyak kita dengar usulan-usulan tentang penggunaan energi terbarukan. Menanggapi hal ini perlu dipahami bahwa terdapat hubungan yang berbanding terbalik antara bahan bakar dengan investasi pembangkitan. Penggunaan bahan bakar yang murah dan mudah akan membutuhkan <em>cost</em> yang tinggi dalam pembangunan  pembangkit, sebaliknya pembangunan pembangkit dengan <em>cost</em> yang rendah baisanya butuh bahan bakar dengan harga tinggi dan sulit didapatkan. Ilmu pengetahuan pada dasarnya bisa diharapkan mengkompensasi fenomena ini dengan memunculkan teknologi-teknologi yang mampu mengkonversi energi murah dan mudah menjadi listrik dengan <em>cost</em> yang rendah. Namun tidak bisa kita pungkiri bahwa ilmu pengetahuanpun tidak gratis,dan ini menjadi seperti hal yang naif menimbang masih rendahnya kesadaran bangsa ini terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Solusi </strong><br />
Bagaimanapun setiap permasalahan tentu ada solusinya. Kembali kepada kita apakah mau atau tidak untuk melakukannya. Terkait dengan pemaparan di atas beberapa solusi mungkin bisa kita upayakan dalam usaha menghadapi permasalahan ketenagalistrikan ini. Secara garis besar saya membaginya menjadi solusi jangka pendek ,jangka menengah, dan jangka panjang.<br />
 <br />
<strong>Solusi Jangka Pendek</strong><br />
HEMAT LISTRIK, HEMAT LISTRIK, HEMAT LISTRIK. Inilah yang selalu digembargemborkan oleh PLN akhir-akhir ini. Tidak kita pungkiri bahwa memang inilah solusi jangka pendek yang paling tepat untuk kita ambil. Karena membangun pembangkit bukanlah pekerjaan sederhana,perlusan jaringan bukanlah membalik telapak tangan, tetapi kesadaran masing-masing pribadi untuk mengefisienkan pemakaian listrik dimulai dari rumah masing-masing bukankah itu suatu hal yang mudah dilaksanakan namun besar pengaruhnya?</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Solusi Jangka Menengah</strong><br />
Ini lebih terkait pada pembangunan sistem ketenagalistrikan itu sendiri. Ini memang pekerjaan PLN, tapi kita semua harus membantu mereka. Pemerintah hendaknya memberikan kebijakan-kebijakan yang lebih meringankan PLN, seperti :pengaturan harga TDL yang lebih adil dan realistis serta subsidi yang mencukupi bagi PLN. Kitapun dari rakyat seyogyanya menerima dengan lapang dada apabila pemerintah memang harus menaikkan harga listrik. Coba kita bayangkan betapa murahnya harga listrik sementara kita bisa melakukan berbagai hal dengannya. Mengapa untuk membeli pulsa hp yang harganya jauh lebih mahal kita mampu?</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Solusi jangka panjang</strong><br />
Ke depannya kita perlu mengembangkan sistem ketenagalistrikan kita agar tidak melulu terbentur pada permasalahan yang sama. Maka ilmu pengetahuan adalah solusi jangka panjangnya. Sudah saatnya kita mengubah paradigma berpikir jangka pendek yang tidak mau sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Inipun sekali lagi merupakan tanggung jawab kita bersama. Para akademisi harus lebih bersemangat dalam berkarya dan pemerintah maupun pihak-pihak terkait lainnya hendaknya memberikan iklim yang positif bagi mereka sehingga bisa berkarya untuk kemajuan bangsa.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abuauf.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abuauf.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuauf.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuauf.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuauf.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuauf.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuauf.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuauf.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuauf.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuauf.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuauf.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuauf.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuauf.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuauf.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuauf.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuauf.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuauf.wordpress.com&amp;blog=4227759&amp;post=18&amp;subd=abuauf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuauf.wordpress.com/2008/07/17/menyoal-ketenagalistrikan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bcdd57a10079abdc750e6de531a96f4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abuauf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menuntut &#8216;ilmu(syar&#8217;i) adalah jihad fi sabiilillaah</title>
		<link>http://abuauf.wordpress.com/2008/07/16/menuntut-ilmusyari-adalah-jihad-fi-sabiilillaah/</link>
		<comments>http://abuauf.wordpress.com/2008/07/16/menuntut-ilmusyari-adalah-jihad-fi-sabiilillaah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 08:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuauf</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuauf.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Ketahuilah Saudaraku seiman rahiimakumullah, menuntut &#8216;ilmu syar&#8217;i itu adalah jihad di jalan Allah dan orang yang menuntut &#8216;ilmu laksana sseorang mujahid di jalan Allah. Dalil-dalilnya adalah sebagai berikut : 1. Dalil dari AlQur&#8217;an : “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur-an dengan jihad yang besar.” [Al-Furqaan: 52] 2. Dalil dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuauf.wordpress.com&amp;blog=4227759&amp;post=15&amp;subd=abuauf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketahuilah Saudaraku seiman <em>rahiimakumullah</em>, menuntut &#8216;ilmu syar&#8217;i itu adalah jihad di jalan Allah dan orang yang menuntut &#8216;ilmu laksana sseorang mujahid di jalan Allah.</p>
<p>Dalil-dalilnya adalah sebagai berikut :</p>
<p>1. Dalil dari AlQur&#8217;an :</p>
<p><strong>“Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur-an dengan jihad yang besar.”</strong> [Al-Furqaan: 52]</p>
<p>2. Dalil dari hadist Nabi  <em>shallallaahu &#8216;alayhi wasallaam </em>:</p>
<p><strong>“Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) dengan tujuan mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka ia laksana orang yang berjihad di jalan Allah Ta’ala. Dan barangsiapa yang memasukinya dengan tujuan selain itu, maka ia laksana orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya.”</strong>[ Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (no. 87-at-Ta’liiqaatul Hisaan), Ibnu Majah (no. 227), Ahmad (II/350, 526-527), Ibnu Abi Syaibah (no. 33061), dan al-Hakim (I/91), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.]</p>
<p>3. Dalil dari  <em>Aqwaalu Asshahaabah :</em></p>
<p>Abu Darda radhiyallaahu ‘anhu mengatakan,<strong> “Barangsiapa berpendapat bahwa pergi mencari ilmu tidak termasuk jihad, sungguh, ia kurang akalnya.”</strong> [ Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 145).]</p>
<p>4. Dalil dari <em>Aqwaalu Al&#8217;ulamaa :</em></p>
<p>Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah mengatakan, <strong>“Jihad melawan hawa nafsu memiliki empat tingkatan:</strong></p>
<p><strong>Pertama: berjihad untuk mempelajari petunjuk (ilmu yang bermanfaat) dan agama yang benar (amal shalih). Seseorang tidak akan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat kecuali dengannya.</strong></p>
<p><strong>Kedua: berjihad untuk mengamalkan ilmu setelah mengetahuinya.</strong></p>
<p><strong>Ketiga: berjihad untuk mendakwahkan ilmu dan mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya.</strong></p>
<p><strong>Keempat: berjihad untuk sabar dalam berdakwah kepada Allah Ta’ala dan sabar terhadap gangguan manusia. Dia menanggung kesulitan-kesulitan dakwah itu semata-mata karena Allah.<br />
Apabila keempat tingkatan ini telah terpenuhi pada dirinya, maka ia termasuk orang-orang yang Rabbani.</strong> [Zaadul Ma’aad fii Hadyi Khairil ‘Ibaad (III/10). Lihat Syarah Tsa-latsatil Ushuul (hal. 25-26), karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullaah.]</p>
<p>Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah berkata, <strong>“Jihad dengan hujjah (dalil) dan keterangan didahulukan atas jihad dengan pedang dan tombak.”</strong> [ Syarah Qashidah Nuuniyyah (I/12) oleh Syaikh Muhammad Khalil Hirras.] <em>Wallaahua&#8217;lam</em></p>
<p>(disadur dari :&#8221;KEUTAMAAN ILMU SYAR’I DAN MEMPELAJARINYA&#8221;oleh:<br />
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abuauf.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abuauf.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuauf.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuauf.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuauf.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuauf.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuauf.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuauf.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuauf.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuauf.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuauf.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuauf.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuauf.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuauf.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuauf.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuauf.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuauf.wordpress.com&amp;blog=4227759&amp;post=15&amp;subd=abuauf&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuauf.wordpress.com/2008/07/16/menuntut-ilmusyari-adalah-jihad-fi-sabiilillaah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bcdd57a10079abdc750e6de531a96f4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abuauf</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
